Ringkasan: Per Oktober 2025, DataReportal mencatat 5,66 miliar identitas pengguna media sosial, setara 68,7% populasi dunia. Angka ini adalah identitas akun, bukan jumlah manusia unik. Di Indonesia, aturan baru PP Tunas mulai membatasi akses anak di bawah 16 tahun.
Berapa banyak orang di dunia yang memakai media sosial?

Menurut laporan Digital 2026 dari DataReportal, ada 5,66 miliar identitas pengguna media sosial aktif di dunia per Oktober 2025. Angka itu setara 68,7 persen populasi global, atau hampir 7 dari 10 orang. Ringkasan Global Statshot April 2026 menaikkannya ke sekitar 5,79 miliar (69,9 persen).
Analis DataReportal menyebut level ini sebagai status “supermajority”. Artinya, pengguna media sosial kini dua kali lebih banyak dibanding yang tidak memakainya. Rinciannya ada di analisis DataReportal tentang 2 dari 3 orang di Bumi yang memakai media sosial.
Apa arti “identitas pengguna” dan kenapa angkanya perlu dibaca hati-hati?

DataReportal memakai istilah social media user identities, bukan “orang”. Satu orang bisa punya beberapa akun, dan sebagian akun bisa palsu atau duplikat. Angka ini juga bisa terdorong oleh anak di bawah 18 tahun yang mengaku lebih tua agar bisa masuk platform berbatas usia.
Untuk mengurangi hitungan ganda, Kepios memakai jangkauan iklan platform terbesar di tiap negara. Hasilnya setara 93,8 persen dari seluruh pengguna internet. Survei GWI menunjukkan 96,9 persen pengguna internet usia 16 tahun ke atas memakai minimal satu platform tiap bulan.
Jadi, “hampir 7 dari 10 orang” adalah gambaran yang masuk akal. Tapi itu bukan hasil sensus manusia unik.
Seberapa cepat pertumbuhan media sosial dalam satu dekade?

Jumlah pengguna lebih dari dua kali lipat dalam sepuluh tahun. Pada Oktober 2015, DataReportal mencatat sedikit di bawah 2,27 miliar identitas (30,3 persen populasi). Sepuluh tahun kemudian, totalnya naik sekitar 3,4 miliar.
| Periode | Identitas pengguna | Porsi populasi dunia | Sumber |
| Oktober 2015 | ± 2,27 miliar | 30,3% | DataReportal (Kepios) |
| Oktober 2025 | 5,66 miliar | 68,7% | DataReportal Digital 2026 |
| April 2026 | ± 5,79 miliar | 69,9% | DataReportal Global Statshot, via ringkasan pihak ketiga |
Laju tambahannya mulai melambat. Dalam setahun sampai Oktober 2025, DataReportal mencatat tambahan 259 juta identitas (4,8 persen). Rata-rata pertambahan bulanan terbaru sekitar 20,5 hingga 21,5 juta, lebih rendah dari rata-rata dekade (lebih dari 28 juta per bulan).
Sebagai pembanding, DataReportal mencatat pengguna internet dunia mencapai 6,12 miliar (73,8 persen) di awal April 2026. Hampir semua orang yang online sudah memakai media sosial.
Platform apa yang paling banyak dipakai?

Jawabannya tergantung ukuran yang dipakai. Survei GWI (kuartal II 2025, orang dewasa online usia 16+) menempatkan Facebook di posisi pertama. YouTube dihitung terpisah karena GWI memperlakukannya sebagai platform video.
| Peringkat | Platform | Pengguna bulanan (survei GWI) |
| 1 | 56,9% | |
| 2 | YouTube | 55,4% (dihitung terpisah) |
| 3 | 55,1% | |
| 4 | 54,0% | |
| 5 | Messenger | 38,4% |
| 6 | TikTok | 36,0% (data China dikeluarkan) |
Data pelacakan aplikasi Similarweb memberi urutan berbeda. YouTube memimpin pengguna aktif aplikasi, disusul WhatsApp, Instagram, Facebook, lalu TikTok. Data itu tidak mencakup pengguna di China.
Rata-rata orang dewasa online memakai 6,75 platform per bulan. Hampir semua pengguna satu platform memakai minimal satu platform lain.
Berapa lama orang menghabiskan waktu di media sosial?

Menurut GWI, orang dewasa online membuka media sosial rata-rata 4,21 hari per minggu. Jika platform video seperti YouTube dan TikTok dihitung, konsumsinya lebih dari 2,5 jam per hari. Totalnya sekitar 18 jam 36 menit per minggu.
DataReportal memperkirakan angka itu sekitar 16 persen dari waktu terjaga. Perempuan usia 16–24 tahun mencatat rata-rata 25 jam 45 menit per minggu.
Data Similarweb (pengguna Android, Agustus 2025) menunjukkan perbedaan perilaku antar aplikasi:
- TikTok: rata-rata 1 jam 37 menit per pengguna per hari, tertinggi di antara aplikasi utama.
- Instagram: 1 jam 13 menit per hari.
- Facebook: 67 menit per hari.
- WhatsApp: 59 menit per hari, tapi dibuka lebih dari 20 kali per hari.
- YouTube: sesi terpanjang, rata-rata 14 menit 29 detik.
Untuk apa orang memakai media sosial?

Alasan terbesar masih sosial, bukan hiburan. Sebanyak 50,2 persen pengguna menyebut “tetap terhubung dengan keluarga dan teman” sebagai alasan utama (GWI). Alasan kedua adalah mengisi waktu luang (39,7 persen), disusul membaca berita (35,4 persen).
Peran berita naik seiring usia. Bagi pengguna di atas 45 tahun, berita menjadi alasan nomor dua. Bagi usia 16–24 tahun, berita hanya di peringkat kelima.
Platform sosial juga menjadi saluran riset merek. Menurut GWI, media sosial adalah sumber riset merek nomor dua setelah mesin pencari. Pada usia 16–34 tahun, media sosial bahkan di posisi pertama.
Bagaimana kondisinya di Indonesia?

Ringkasan data DataReportal Digital 2026 Indonesia mencatat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial per Oktober 2025. Angka itu dikutip dari publikasi statistik pihak ketiga, jadi cek ulang ke laporan negaranya sebelum dipakai sebagai angka utama.
Skala ini membuat isu perlindungan anak mendesak. Komdigi menyebut sekitar 48 persen pengguna internet Indonesia adalah anak dan remaja di bawah 18 tahun, seperti dilaporkan Bisnis.com pada November 2025.
Apa isi PP Tunas yang berlaku sejak 28 Maret 2026?

PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) mengatur tata kelola sistem elektronik untuk pelindungan anak. Menurut laporan Kompas TV, aturan ini resmi berlaku pada 28 Maret 2026. Platform wajib membatasi akses anak berdasarkan usia.
Poin pentingnya:
- Akses anak ke platform berisiko tinggi ditunda hingga usia 16 tahun, dan layanan berisiko lebih rendah mulai 13 tahun, menurut Bisnis.com.
- Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 menjadi aturan pelaksananya dan mengategorikan media sosial sebagai layanan berisiko tinggi.
- Sanksi menyasar penyedia platform, bukan anak atau orang tua. Bentuknya mulai denda administratif sampai pemutusan akses, menurut Fortune Indonesia.
- Per Mei 2026, pembatasan sudah diterapkan di X, BigoLive, Instagram, Facebook, Threads, TikTok, YouTube, dan Roblox. Batas penilaian mandiri platform adalah 6 Juni, menurut Katadata.
Indonesia tidak sendirian. Fortune Indonesia mencatat Australia memberlakukan pembatasan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun pada 10 Desember 2025.
Cara memanfaatkan data ini untuk bisnis, kreator, dan orang tua

Data global tidak berguna jika berhenti sebagai angka. Rekomendasi berikut mengikuti saran analis DataReportal tentang strategi platform, ditambah konteks regulasi.
- Pilih dua platform terbesar untuk jangkauan: audiens platform besar tumpang tindih lebih dari 70 persen, jadi menambah platform ketiga jarang menambah jangkauan baru.
- Tambah platform berdasarkan kebutuhan, bukan ukuran: pertimbangkan riset merek, usia audiens, dan biaya per hasil.
- Pakai ulang aset kreatif: satu video bisa dipotong untuk beberapa platform agar biaya produksi turun.
- Cek umur audiens sebelum kampanye: untuk produk anak dan remaja, pahami batas usia PP Tunas dan kewajiban verifikasi usia platform.
- Orang tua: cek status akun anak: aturan menyasar platform, tapi anak di bawah 16 tahun bisa kehilangan akses ke akun berisiko tinggi.
Kesalahan umum saat mengutip “7 dari 10 orang”

- Menyebutnya “7 dari 10 manusia unik”. Angkanya identitas akun, bukan hasil sensus.
- Mencampur tahun data. Angka Oktober 2025 (68,7%) dan April 2026 (69,9%) adalah dua periode berbeda.
- Mengabaikan pembulatan. “Hampir 7 dari 10” valid untuk kedua angka, tapi tulis tanggal datanya.
- Menyamakan survei dengan data aplikasi. GWI mengukur klaim pengguna, Similarweb mengukur perilaku aplikasi Android. Hasilnya bisa berbeda.
Baca Juga Logo Baru Instagram Dikritik Mirip AI Slop, Ini Sebabnya
FAQ — Media Sosial Dipakai Hampir 7 dari 10 Orang di Dunia
Apa maksud media sosial dipakai hampir 7 dari 10 orang di dunia?
DataReportal mencatat 5,66 miliar identitas pengguna media sosial aktif per Oktober 2025, setara 68,7 persen populasi dunia. Angka ini berasal dari jangkauan iklan platform dan bukan hitungan manusia unik. Estimasi April 2026 berada di sekitar 69,9 persen.
Platform media sosial apa yang paling banyak dipakai?
Menurut survei GWI kuartal II 2025, Facebook memimpin dengan 56,9 persen orang dewasa online. YouTube (55,4 persen), Instagram (55,1 persen), dan WhatsApp (54 persen) menyusul. Data aplikasi Similarweb menempatkan YouTube di posisi pertama.
Berapa jam sehari orang memakai media sosial?
GWI mencatat rata-rata lebih dari 2,5 jam per hari jika platform video dihitung. Itu setara sekitar 18 jam 36 menit per minggu. Pengguna perempuan usia 16–24 tahun mencatat lebih dari 3 jam 40 menit per hari.
Apa itu PP Tunas dan siapa yang terkena?
PP Tunas (PP 17/2025) berlaku sejak 28 Maret 2026 dan menunda akses anak ke platform berisiko tinggi sampai usia 16 tahun. Kewajiban dan sanksi ditujukan ke penyelenggara platform. Sanksinya berupa denda administratif hingga pemutusan akses.