Menurut Sprout Social Q2 2025 Pulse Survey (survei terhadap 2.280 pengguna di AS, Inggris, dan Australia), 41% Gen Z kini menjadikan platform sosial sebagai sumber pencarian utama mereka — mengalahkan mesin pencari tradisional seperti Google yang hanya dipilih oleh 32%. Sementara itu, eMarketer melaporkan 46% Gen Z dan 35% milenial secara global lebih memilih platform sosial dibanding mesin pencari konvensional. Kelima platform yang paling sering digunakan untuk social search di 2026 adalah TikTok, YouTube, Instagram, Reddit, dan Pinterest.
Di era digital 2026, cara orang Indonesia mencari informasi telah berubah secara fundamental. Mereka tidak selalu membuka Google terlebih dahulu. Mereka mengetik pertanyaan di bilah pencarian TikTok, mencari tutorial di YouTube, atau menggali ulasan jujur dari komunitas Reddit.
Perubahan ini bukan sekadar tren generasi muda. Lebih dari 1 dari 3 konsumen di semua kelompok usia kini lebih memilih platform sosial ketika mencari ulasan produk (37%) atau rekomendasi tempat makan dan aktivitas lokal (35%), menurut data Sprout Social yang sama.
Di Indonesia, pergeseran ini semakin terasa. Menurut laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal (November 2025), Indonesia memiliki 180 juta identitas pengguna media sosial per Oktober 2025 — setara 62,9% dari total populasi. Dan menurut DataReportal Digital 2025, Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara dengan durasi penggunaan TikTok tertinggi di dunia.
Artikel ini membahas secara mendalam kelima platform social search yang menggeser dominasi Google di Indonesia — termasuk data terkini, cara kerja algoritmanya, dan strategi praktis agar konten Anda ditemukan.
Apa Itu Social Search dan Mengapa Penting di 2026?

Social search adalah praktik menggunakan platform media sosial — bukan mesin pencari seperti Google — untuk menemukan informasi, produk, ulasan, dan pengalaman nyata dari sesama pengguna. Alih-alih membaca artikel teks di halaman hasil pencarian, pengguna kini mencari jawaban dalam format video pendek, foto, dan diskusi komunitas.
Fenomena ini didukung oleh data yang kuat. Menurut Sprout Social Q2 2025 Pulse Survey, 41% Gen Z kini menjadikan platform sosial sebagai tempat pertama mereka mencari informasi — melampaui mesin pencari tradisional (32%), alat AI berbasis chat (11%), dan rekomendasi teman/keluarga (9%). Kepala Pemasaran Sprout Social, Scott Morris, menyatakan bahwa pergeseran ini bersifat transformatif: “Social is becoming the new search engine.”
Tidak hanya Gen Z. Menurut eMarketer (2024, dikutip Search Engine Land), 46% Gen Z dan 35% milenial secara global lebih memilih platform sosial dibandingkan mesin pencari tradisional untuk menemukan informasi.
Alasan utamanya: kepercayaan, format, dan kenyamanan. Pengguna lebih percaya pada pengalaman nyata dari sesama manusia dibanding konten yang dioptimasi untuk mesin pencari. Mereka lebih memilih video visual yang langsung menunjukkan “cara melakukan sesuatu” dibanding membaca artikel. Dan mereka sudah membuka TikTok atau Instagram — kenapa harus membuka browser lagi?
Poin Kunci:
- Menurut Sprout Social Q2 2025 Pulse Survey (n=2.280), 41% Gen Z menjadikan platform sosial sebagai sumber pencarian utama, mengalahkan Google (32%).
- Menurut eMarketer (2024), 46% Gen Z dan 35% milenial lebih memilih platform sosial dibanding mesin pencari tradisional.
- Menurut Sprout Social (2025), lebih dari 1 dari 3 konsumen lintas usia lebih memilih platform sosial untuk mencari ulasan produk (37%) dan rekomendasi lokal (35%).
Mengapa Pengguna Indonesia Mulai Beralih dari Google?

Indonesia adalah salah satu negara dengan adopsi media sosial tertinggi di dunia, sehingga pergeseran ke social search terjadi lebih cepat dibanding banyak negara lain.
Menurut laporan Digital 2026: Indonesia (DataReportal, November 2025), Indonesia memiliki 180 juta pengguna media sosial per Oktober 2025 — naik dari 143 juta identitas media sosial yang tercatat di awal 2025 menurut Meltwater. Ini mencerminkan betapa cepatnya penetrasi sosial media di tanah air.
Ada tiga faktor utama yang mendorong perpindahan dari Google ke platform sosial di Indonesia. Pertama, krisis kepercayaan terhadap hasil pencarian Google. Halaman hasil pencarian kini semakin dipenuhi iklan dan konten yang dioptimasi secara berlebihan. Pengguna ingin mendengar pengalaman nyata dari orang sungguhan, bukan artikel yang dibuat semata untuk peringkat SEO.
Kedua, preferensi format visual. TikTok dan YouTube menawarkan jawaban dalam format yang jauh lebih mudah dicerna — video 60 detik atau tutorial langkah-demi-langkah — dibanding artikel teks panjang. Untuk pertanyaan seperti “cara memasak rendang” atau “review laptop gaming terbaik 2026,” format visual menang telak.
Ketiga, faktor ekosistem dan kebiasaan. Aplikasi sosial sudah terbuka di ponsel pengguna Indonesia. Transisi untuk “mencari” di dalam aplikasi yang sudah digunakan jauh lebih alami dibanding membuka browser baru.
Google SVP Prabhakar Raghavan sendiri mengakui bahwa sekitar 40% pengguna muda usia 18–25 tahun tidak menggunakan Google Maps atau Google Search saat mencari rekomendasi tempat makan, melainkan langsung membuka TikTok atau Instagram. Pernyataan ini dikutip secara luas oleh Search Engine Land dan berbagai publikasi industri.
Poin Kunci:
- Menurut DataReportal (November 2025), Indonesia memiliki 180 juta identitas pengguna media sosial per Oktober 2025, setara 62,9% populasi.
- Google SVP Prabhakar Raghavan mengakui ~40% pengguna usia 18–25 tahun kini memilih TikTok atau Instagram untuk rekomendasi lokal dibanding Google (dikutip Search Engine Land).
- Gen Z menggunakan istilah “google” sebagai kata kerja 25% lebih jarang dibanding Gen X, menurut Search Engine Land (2025).
Platform 1 — TikTok: Mesin Pencari Video Nomor Satu Gen Z

TikTok bukan lagi sekadar platform hiburan. Di 2026, TikTok telah menjadi mesin pencari visual yang kuat, terutama untuk konten how-to, review produk, dan rekomendasi gaya hidup.
Kekuatan utamanya terletak pada Interest Graph — sistem rekomendasi berbasis minat, bukan hubungan sosial. TikTok menampilkan konten berdasarkan apa yang Anda minati, bukan hanya dari akun yang Anda ikuti. Ini menciptakan pengalaman pencarian yang terasa personal: pengguna menemukan jawaban tanpa harus mengetikkan query panjang.
Untuk konteks Indonesia: menurut data TikTok’s advertising resources yang dikutip DataReportal (November 2025), TikTok memiliki 180 juta pengguna berusia 18 tahun ke atas di Indonesia pada akhir 2025. TikTok ads menjangkau 88,9% seluruh orang dewasa berusia 18+ di Indonesia pada periode yang sama. Data dari DataReportal Digital 2025 (Januari 2025) juga mencatat bahwa TikTok memiliki 108 juta pengguna berusia 18+ di Indonesia pada awal 2025 — menjadikan Indonesia salah satu pasar TikTok terbesar di dunia bersama Amerika Serikat.
Secara global, pengguna menghabiskan rata-rata 95 menit per hari di TikTok (Teleprompter.com, 2026, mengutip data platform). Di Indonesia, waktu penggunaan bahkan lebih tinggi — negara ini masuk dalam lima besar dunia untuk waktu penggunaan TikTok bulanan, bersama Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Thailand (DataReportal, dikutip proxidize.com, 2025).
Dari sisi perilaku pencarian, menurut Sprout Social (2025), 49% Gen Z menggunakan TikTok khusus untuk penemuan produk — angka tertinggi di antara semua platform.
Cara Kerja TikTok sebagai Social Search:
- Algoritma membaca kata kunci di caption, teks overlay dalam video, dan transkripsi audio secara otomatis.
- TikTok kini menyediakan dashboard kreator yang menampilkan kata kunci spesifik yang mendorong traffic ke konten.
- Konten dengan teks judul yang jelas di layar memiliki peluang lebih tinggi untuk muncul di hasil pencarian platform.
Poin Kunci:
- Menurut DataReportal (November 2025), TikTok menjangkau 88,9% orang dewasa berusia 18+ di Indonesia pada akhir 2025, dengan 180 juta pengguna dewasa.
- Menurut Teleprompter.com (2026), pengguna TikTok secara global menghabiskan rata-rata 95 menit per hari di platform.
- Menurut Sprout Social (2025), 49% Gen Z menggunakan TikTok khusus untuk penemuan produk.
Platform 2 — YouTube: Rajanya Tutorial dan How-To Mendalam

YouTube adalah mesin pencari sosial dengan jangkauan lintas generasi terluas. Jika TikTok adalah jawaban instan dan visual, YouTube adalah penjelasan mendalam yang memungkinkan pengguna benar-benar memahami suatu topik.
Menurut Sprout Social (2025), YouTube digunakan oleh 91% Gen Z, 90% milenial, dan 83% Gen X secara global — menjadikannya satu-satunya platform yang menjangkau hampir semua segmen usia dengan angka yang sangat tinggi.
Di Indonesia, YouTube adalah platform dengan jumlah pengguna terbesar di antara semua platform sosial. Menurut berbagai laporan dari DataReportal dan Teleprompter.com (2025), Indonesia memiliki sekitar 139–143 juta pengguna YouTube — menempatkannya di posisi keempat dunia setelah India, Amerika Serikat, dan Brasil.
YouTube juga memiliki keunggulan yang tidak dimiliki platform lain: konten YouTube diindeks oleh Google Search. Ini berarti sebuah video tutorial di YouTube bisa muncul sekaligus di hasil pencarian Google dan di feed YouTube — amplifikasi ganda yang sangat berharga.
Dari sisi perilaku, YouTube paling efektif untuk dua jenis pencarian: tutorial teknis yang memerlukan penjelasan langkah-demi-langkah (cara memperbaiki laptop, cara memasak hidangan tertentu), dan review produk mendalam sebelum keputusan pembelian besar seperti gadget, kamera, atau kendaraan.
Keunggulan YouTube sebagai Social Search:
- Transkripsi dan subtitle otomatis membantu algoritma mengindeks konten berdasarkan kata kunci yang diucapkan dalam video.
- Konten YouTube muncul di Google Search — satu-satunya platform sosial dengan integrasi langsung ini.
- Format konten panjang memungkinkan penjelasan yang komprehensif, sesuatu yang tidak bisa dilakukan video pendek.
Poin Kunci:
- Menurut Sprout Social (2025), YouTube digunakan oleh 91% Gen Z, 90% milenial, dan 83% Gen X secara global.
- Menurut DataReportal dan Teleprompter.com (2025), Indonesia memiliki sekitar 139–143 juta pengguna YouTube, peringkat keempat dunia.
- YouTube adalah satu-satunya platform sosial yang kontennya diindeks dan muncul langsung di hasil pencarian Google.
Platform 3 — Instagram: Pencarian Visual untuk Gaya Hidup

Instagram telah berevolusi dari platform foto estetis menjadi mesin pencari visual yang sangat efektif untuk kategori gaya hidup, fashion, kuliner, travel, dan kecantikan.
Menurut DataReportal Digital 2025 (Januari 2025), Instagram memiliki 103 juta pengguna di Indonesia — menjadikannya platform terbesar ketiga di tanah air setelah YouTube dan Facebook. Ini adalah angka yang sangat signifikan: lebih dari sepertiga populasi Indonesia aktif di Instagram.
Dari sisi perilaku social search, menurut Search Engine Land (2025) yang mengutip data dari GRIN, 30,4% Gen Z menemukan produk melalui Instagram — angka yang melampaui Google (18,8%) untuk kategori ini. Ini menunjukkan bahwa untuk kategori produk konsumer seperti fashion, skincare, dan makanan, Instagram sudah lebih unggul dari Google sebagai platform penemuan.
Instagram mendukung beberapa mekanisme pencarian: search bar berbasis kata kunci (bukan hanya nama akun), hashtag sebagai sistem kategorisasi konten, Reels yang diindeks berdasarkan audio dan teks caption, serta fitur Places untuk pencarian berbasis lokasi.
Perbedaan kunci yang sering diabaikan: memasukkan keyword deskriptif dalam caption jauh lebih efektif untuk visibilitas pencarian dibanding hanya menambahkan hashtag generik. Caption seperti “rekomendasi skincare untuk kulit berminyak di bawah 200 ribu 2026” mengandung sinyal kata kunci yang lebih kaya bagi algoritma pencarian Instagram.
Poin Kunci:
- Menurut DataReportal (Januari 2025), Instagram memiliki 103 juta pengguna di Indonesia — terbesar ketiga setelah YouTube dan Facebook.
- Menurut Search Engine Land & GRIN (2025), 30,4% Gen Z menemukan produk melalui Instagram, melampaui Google (18,8%) untuk kategori ini.
- Instagram mendukung pencarian berbasis kata kunci di caption, hashtag, audio Reels, dan lokasi.
Platform 4 — Reddit: Komunitas Jujur untuk Riset Mendalam

Reddit memiliki peran unik dalam ekosistem social search: platform ini adalah sumber ulasan dan pendapat yang paling dipercaya oleh pengguna yang sedang melakukan riset serius.
Reddit beroperasi berdasarkan voting komunitas — konten yang bermanfaat mendapat upvote, konten yang tidak relevan atau terasa seperti iklan mendapat downvote. Sistem ini menciptakan kualitas sinyal yang sangat tinggi: pendapat di Reddit adalah pendapat yang sudah disaring oleh komunitas, bukan konten yang dioptimasi untuk algoritma.
Sejak 2024, Google secara aktif meningkatkan bobot konten Reddit dalam hasil pencariannya. Ini berarti thread Reddit kini sering muncul di posisi teratas Google untuk pencarian seperti “review [produk] jujur” atau “pengalaman menggunakan [layanan].” Reddit menjadi jembatan strategis antara social search dan traditional search.
Secara global, tanda-tanda pertumbuhannya jelas. Menurut Affiverse (Januari 2026), Reddit mencatatkan pertumbuhan jangkauan 88% di Inggris dan menjadi platform sosial terbesar keempat di negara tersebut, melampaui TikTok. Menurut Sprout Social Q2 2025 Pulse Survey, 51% pengguna global berencana menghabiskan lebih banyak waktu di platform berbasis komunitas seperti Reddit dalam enam bulan ke depan — angka yang naik menjadi 63% untuk segmen Gen Z dan milenial.
Di Indonesia, Reddit belum sepopuler TikTok atau Instagram dalam hal jumlah pengguna lokal. Namun, komunitas Reddit berbahasa Indonesia terus bertumbuh, dan konten Reddit berbahasa Inggris aktif digunakan oleh segmen pengguna Indonesia yang mencari ulasan teknis, diskusi investasi, dan topik niche lainnya.
Poin Kunci:
- Menurut Sprout Social Q2 2025 Pulse Survey, 51% pengguna global berencana menghabiskan lebih banyak waktu di platform seperti Reddit dalam 6 bulan ke depan (63% untuk Gen Z dan milenial).
- Menurut Affiverse (Januari 2026), Reddit mencatatkan pertumbuhan jangkauan 88% di Inggris dan menjadi platform sosial terbesar keempat di sana, melampaui TikTok.
- Google secara aktif meningkatkan bobot konten Reddit dalam hasil pencariannya sejak 2024, menjadikannya jembatan antara social search dan traditional search.
Platform 5 — Pinterest: Mesin Pencari Visual untuk Inspirasi

Pinterest sering diabaikan dalam diskusi social search, padahal ia memiliki karakteristik yang tidak dimiliki platform manapun: pengguna yang datang ke Pinterest selalu memiliki intent yang jelas.
Tidak ada orang yang membuka Pinterest untuk scroll iseng. Orang membuka Pinterest karena sedang merencanakan sesuatu — renovasi rumah, pernikahan, dekorasi kamar, menu masakan minggu ini, atau ide outfit. Intent yang tinggi ini menghasilkan tingkat keterlibatan dan konversi yang lebih baik untuk kategori tertentu.
Menurut Sprout Social (2025), Pinterest kini memiliki 600 juta pengguna aktif bulanan secara global — naik dari 553 juta sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan relevansi Pinterest yang terus meningkat di era social search.
Pinterest juga memiliki keunggulan unik dibanding platform lain: konten Pinterest bersifat evergreen. Sebuah Pin yang dipublikasikan hari ini dapat terus mendapatkan traffic dan repins selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun — tidak seperti konten TikTok atau Instagram yang memiliki masa pakai jauh lebih pendek. Ini menjadikan Pinterest investasi konten jangka panjang yang sangat efisien.
Untuk konteks Indonesia, menurut data GoodStats (2025) yang melibatkan 625 responden Gen Z dan Milenial di Indonesia, 27,8% responden aktif menggunakan Pinterest — menempatkannya di atas Discord, LinkedIn, dan Snapchat dalam hal penetrasi di kalangan pengguna muda.
Poin Kunci:
- Menurut Sprout Social (2025), Pinterest memiliki 600 juta pengguna aktif bulanan secara global — naik dari 553 juta sebelumnya.
- Menurut GoodStats (2025, n=625 responden Indonesia), 27,8% Gen Z dan milenial Indonesia aktif menggunakan Pinterest.
- Pinterest unggul dalam evergreen content: sebuah Pin dapat terus menghasilkan traffic selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah dipublikasikan.
Bagaimana Cara Mengoptimalkan Konten untuk Social Search?
Setelah memahami kelima platform di atas, tantangan berikutnya adalah: bagaimana memastikan konten Anda ditemukan melalui mekanisme social search masing-masing platform?
Berdasarkan data dan prinsip yang berlaku lintas platform, ada lima pendekatan yang terbukti efektif.
Pertama: Riset kata kunci di dalam platform, bukan hanya di Google. Setiap platform memiliki fitur pencarian internal — gunakan bilah pencarian TikTok, YouTube, atau Instagram untuk menemukan apa yang benar-benar diketikkan pengguna. Frasa seperti “morning skincare untuk kulit berminyak sensitif 2026” jauh lebih spesifik dan mudah ditemukan dibanding hanya “morning skincare.”
Kedua: Optimalkan teks dalam video. Algoritma TikTok dan Instagram kini mampu membaca teks overlay yang ditampilkan di dalam video. Menambahkan judul atau kata kunci utama sebagai teks di layar meningkatkan kemampuan algoritma untuk mengkategorikan dan mendistribusikan konten Anda.
Ketiga: Tulis caption yang kaya deskripsi. Platform tidak bisa mengindeks video sepenuhnya hanya dari gambar bergeraknya. Caption yang detail dan deskriptif — mengandung kata kunci alami, bukan hanya tumpukan hashtag — memberikan sinyal yang jauh lebih kuat kepada algoritma pencarian sosial.
Keempat: Bangun konsistensi di satu niche. Algoritma social search menghargai topical authority — akun yang secara konsisten membahas tema spesifik lebih mudah dikategorikan dan diprioritaskan sebagai sumber relevan untuk tema tersebut. Fokus pada satu area terlebih dahulu sebelum memperluas cakupan.
Kelima: Pantau metrik yang tepat. Di era social search, watch time, saves, dan shares jauh lebih penting sebagai sinyal algoritmik dibanding sekadar likes dan impressions. Platform mengukur kedalaman keterlibatan pengguna — bukan hanya jumlah yang melihat sekilas.
Poin Kunci:
- Lakukan riset kata kunci langsung di fitur pencarian internal masing-masing platform.
- Tambahkan teks overlay di video dan caption deskriptif — bukan hanya tumpukan hashtag.
- Fokus pada watch time, saves, dan shares sebagai indikator keberhasilan social search.
Baca Juga AI Edit Konten Hemat 70% Waktu 2026 Terbukti
Frequently Asked Questions
Apa yang dimaksud dengan 5 platform social search gantikan Google 2026?
Kelima platform yang dimaksud adalah TikTok, YouTube, Instagram, Reddit, dan Pinterest. Ini adalah platform media sosial yang kini aktif digunakan sebagai mesin pencari — bukan hanya untuk hiburan — terutama oleh Gen Z dan milenial. Menurut Sprout Social Q2 2025 Pulse Survey (n=2.280), 41% Gen Z menjadikan platform sosial sebagai sumber pencarian utama, mengalahkan Google yang hanya dipilih 32%.
Apakah Google benar-benar akan tergantikan oleh kelima platform ini?
Belum sepenuhnya, dan mungkin tidak dalam waktu dekat untuk semua jenis pencarian. Google masih dominan untuk pencarian berbasis informasi faktual dan navigasi. Namun untuk penemuan produk, rekomendasi lokal, dan konten lifestyle, platform sosial sudah mulai mengambil alih. Menurut Search Engine Land (2025), 1 dari 3 konsumen kini lebih memilih platform sosial untuk mencari ulasan produk dan rekomendasi tempat makan. Strategi terbaik adalah hadir di kedua ekosistem.
Platform social search mana yang paling efektif untuk UMKM Indonesia?
Jawabannya bergantung pada kategori bisnis. TikTok paling efektif untuk produk lifestyle, kuliner, dan fashion yang bisa divisualisasikan dalam video pendek — Indonesia adalah pasar TikTok terbesar dunia dengan 180 juta pengguna dewasa per akhir 2025 (DataReportal). YouTube ideal untuk produk yang memerlukan demonstrasi mendalam atau ulasan panjang. Instagram cocok untuk brand building dan produk premium dengan estetika kuat. Pinterest efektif untuk bisnis dekorasi, wedding, dan F&B. Reddit paling berguna untuk membangun kredibilitas melalui diskusi komunitas yang autentik.
Apakah social search hanya relevan untuk menjangkau Gen Z?
Tidak. Meskipun Gen Z adalah kelompok yang paling cepat mengadopsi social search, tren ini bersifat lintas generasi. Menurut Sprout Social (2025), YouTube — platform sosial terbesar untuk search — digunakan oleh 91% Gen Z, 90% milenial, dan 83% Gen X. Lebih dari 1 dari 3 konsumen di semua kelompok usia juga kini lebih memilih platform sosial untuk mencari ulasan produk dan rekomendasi lokal (Sprout Social, 2025).
Bagaimana cara mengukur keberhasilan strategi social search?
Ada tiga metrik utama yang perlu dipantau. Discovery rate — persentase penonton baru yang menemukan konten melalui fitur pencarian platform (bisa dilihat di analytics masing-masing platform). Save rate — konten yang disimpan menandakan nilai jangka panjang di mata algoritma. Traffic dan konversi dari sosial — gunakan UTM parameters untuk melacak berapa banyak traffic website atau penjualan yang berasal dari masing-masing platform sosial. TikTok kini menyediakan laporan kata kunci pencarian di Creator Center — manfaatkan data ini untuk mengoptimalkan strategi secara berkelanjutan.
Kesimpulan
Pergeseran dari Google ke 5 platform social search — TikTok, YouTube, Instagram, Reddit, dan Pinterest — bukan fenomena sesaat. Ini adalah perubahan struktural dalam perilaku pencarian manusia, didukung oleh data yang konsisten dari berbagai sumber terpercaya.
Di Indonesia, dengan 180 juta pengguna media sosial aktif per Oktober 2025 (DataReportal) dan posisi sebagai salah satu pasar TikTok terbesar di dunia, pergeseran ini terjadi lebih cepat dibanding banyak negara lain. Setiap pemasar digital, pembuat konten, atau pelaku UMKM yang ingin ditemukan oleh audiens Indonesia perlu mulai membangun kehadirannya di ekosistem social search — tidak hanya mengandalkan Google SEO.
Mulailah dengan satu platform yang paling relevan untuk audiens dan kategori bisnis Anda. Pelajari mekanisme pencariannya. Optimalkan konten Anda untuk ditemukan di sana. Lalu ekspansi secara bertahap ke platform berikutnya.
Apakah konten Anda sudah siap ditemukan di era 5 platform social search gantikan Google 2026?
Referensi
- DataReportal. (2025, November). Digital 2026: Indonesia.
- DataReportal. (2025, Januari). Digital 2025: Indonesia.
- Sprout Social. (2025, 29 Mei). New Research: Social Media is the Top Place Gen Z Turns to for Search, Surpassing Traditional Search Engines [Press Release].
- Sprout Social. (2025). Social Media Demographics to Inform Your 2026 Strategy.
- Search Engine Land. (2025, Maret 24). Social search is Gen Z’s Google: Are you visible where it matters?
- Teleprompter.com. (2026, Januari 2). TikTok Statistics 2025: Global Trends in the Creator Economy.
- Teleprompter.com. (2025). 2025 YouTube Statistics: Global Overview and Key Trends.
- Affiverse. (2026, Januari). Reddit Overtakes TikTok as UK’s Fourth Largest Social Platform.
- GoodStats. (2025). Media Sosial Favorit Gen Z 2025.
- We Are Social & Meltwater. (2025, Oktober). Digital 2026 Global Overview Report.